
Sejak satu bulan ini, rumah semakin terlihat sibuk saja. Pasalnya Adik Shaki mulai senang berjalan-jalan dari satu ruang ke ruang lain. Kayak tuyul....ithak ithik, kata Ayah. Kadang-kadang kami semua dibuat panik mencari-cari dia. Tau-tau, adik kami temukan ada di kamar Kakak lagi bongkar-bongkar lemari. Kapan lagi, dia tiba-tiba menghilang dan tau-tau sudah ada di dalam lemari pakaian. Meski kadang membuat kami jantungan, tapi tetap saja semua yang dia lakukan selalu terlihat lucu.
Tak cuma senang muter-muter di dalam rumah, adik juga paling senang diajak jalan-jalan keluar. Malah setelah jalan di sekitar kompleks, dia selalu nangis tiap diajak masuk rumah. Tapi dua hari yang lalu, adik sempat rewel terus. Padahal badannya tidak panas dan tidak mencret. Baru setelah dibawa ke nenek ompong, tukang urut langganan, adik tidak rewel lagi. Kata si nenek, adik kecapekan. Biasa katanya, kalau anak lagi belajar jalan, biasanya selalu begitu. Nyatanya setelah dipijat, adik tidak rewel lagi.
Sebenarnya dalam kacamata medis, pijat pada bayi juga baik dilakukan. Tak hanya di Indonesia, bahkan di Eropa dan Amerika, pijat bayi dilakukan tak sekedar untuk rileksasi saja. Tetapi ada manfaat lain seperti anak jadi doyan makan, gampang buang air dan nyenyak tidur, karena peredaran darah di beberapa otot di buat lancar dengan metode pijat tersebut. Tapi tentu saja harus dilakukan oleh orang-orang terlatih dan berpengalaman atau dengan panduan tertentu jika ingin melakukan sendiri. Salah-salah justru membuat bengkak atau tambah sakit gara-gara salah urut.(*)
30 May 2007
Adik Mulai Lancar Berjalan
Posted by
Rumah naomi&shaki
at
5:37 AM
0
comments
27 May 2007
Refreshing...Harus Itu!
Hari Minggu pagi, Mama, Kakak dan Adik mengantar Ayah ikut Fun Bike di PT Shimano Batam. Sampai di halaman perusahaan yang cukup luas, orang-orang lengkap dengan sepeda dan kostum mereka, sudah mulai bersiap mengikuti acara rutin yang diselenggarakan tempat kerja Ayah tersebut. Sekitar pukul 8, setelah sebelumnya dilakukan warming up apa adanya oleh seorang instruktur-instrukturan, rombongan peserta fun bike meninggalkan halaman perusahaan dan mulai berputar-putar di kompleks kawasan industri seluas 330 hektar tersebut. Kurang lebih satu jam menunggu, para biker tiba. Usai istirahat menikmati snack dan minuman yang disediakan panitia, acara "puncak" di mulai yakni pembagian door prize diselingi hiburan yang menampilkan penyanyi-penyanyi dangdut dadakan yang tak lain adalah para karyawan dan staf. Dan seperti biasa, ayah tetap didaulat jadi MC ngaco yang sering membuat orang-orang tertawa terbahak-bahak.
Sebenarnya tak ada yang luar biasa dari acara tersebut, selain grand prize berupa sebuah sepeda mini dan dua mountain bike cukup keren meski harganya tak terlalu mahal. Cuma yang kemudian menjadi luar biasa, adalah karena di perusahaan ini cukup rutin diadakan acara-acara serupa untuk sekedar membuat para karyawannya merasa lebih fresh jika nanti kembali bekerja. (Kapan ya tempat kerja Mama nggak cuma setahun sekali mengadakan acara family gathering kayak gitu..? Hmm..mimpi kali ye?) Entah itu berupa fun bike, mancing bersama, family gathering, outbond dan sebagainya.
Padahal tak harus berbudget besar karena biasanya perusahaan hanya cukup menyediakan snack dan minuman, doorprize yang nggak harus mahal-mahal dan tentu saja panggung hiburan kecil untuk memberi kesempatan karyawan yang memiliki bakat menyanyi, tampil unjuk gigi.
Dan ternyata acara yang sekilas terlihat sepele tersebut, justru berhasil menjadi "vitamin" bagi para mereka yang bekerja di perusahaan dengan speed dan pressure besar agar tetap selalu bersemangat.
Nyatanya, ayah dan kawan-kawannya yang rata-rata sudah memiliki dua anak, terlihat sangat happy dan terus bergoyang mengikuti alunan musik dangdut. Tak peduli panas dan disaksian para istri dan anak, mereka berjoget dengan gaya masing-masing dan sudah pasti nggak karu-karuan. Lebih gayeng lagi karena para penyanyi di atas panggung juga suka-suka hati mengganti lirik lagu sesuai dengan selera mereka masing-masing.
Lailailailailailai...panggil aku si jablai...adik nggak pernah pulang...abang tetap dibelai...Lailailailailailai panggil aku si jablai, adik jarang pulang...abang belai sendiri.(*)
Posted by
Rumah naomi&shaki
at
8:44 PM
0
comments
24 May 2007
AC Milan Menang! Yoi...

Seperti prediksi para gibol alias penggila bola Tribun Batam, klub papan atas Italia, AC Milan benar-benar menjadi pemenang dan berhak membawa pulang piala EUFA Champions League 2007.
Sejak awal permainan tim dibawah komandon pemain sepuh, Paolo Maldini, memang bermain stabil di stadion Olympic Athena Yunani, Kamis dinihari. Hasilnya 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Ini merupakan kemenangan ketujuh tim asuhan pelatih Carlo Ancelotti tersebut.
Meski bintang lapangan kali ini adalah Filippo Inzaghi dan bukan "the golden and cute boy", Kaka, tapi tak bisa dibantah bahwa gol penentu Inzaghi tercipta atas umpan manis dari pemain berwajah ganteng tersebut. Bravo Kaka!
Tak sia-sia Mama begadang sampai menjelang subuh (dan sendirian...pasti!) melihat aksi memikat tim Rossoneri ini.
Posted by
Rumah naomi&shaki
at
4:02 AM
0
comments
22 May 2007
Pelajaran Berharga dari Akbar Kecil
Selasa siang, rombongan dari Tribun Batam yang dipimpin Korlip pak Ahmad Suroso alias Mbah Roso sudah menyambangi rumah bayi lucu Muhammad Akbar (11 bulan) yang sejak lahir tidak memiliki anus. Setelah tanya sana sini di perkampungan padat penduduk di kawasan Bengkong Atas, kami sampai di sebuah rumah petak sangat sederhana yang dindingnya terbuat dari triplek. Di rumah kontrakan berukuran 2,5 x 4 meter, itulah si kecil Akbar dan orangtuanya tinggal. Sang ibu yang juga sedang hamil 7 bulan, terlihat baru saja membersihkan lubang buatan di perut Akbar. Lubang itu sengaja dibuat dokter sebagai tempat keluarnya kotoran sebagai pengganti anus.
''Maaf tempatnya sempit,''katanya sambil membereskan plester, perban, popok dan sebagainya. Suaminya tidak ada di rumah karena sedang pergi ngojek. Biasanya baru pulang siang hari untuk makan dan pergi lagi hingga jam 10 malam.
Tak terbayangkan betapa menderita bocah mungil itu setiap harus buang air besar dan betapa repotnya sang ibu yang harus ekstra hati-hati membersihkan lubang buatan tersebut.
Hingga menjelang umur satu tahun, Akbar memang belum dioperasi karena ketiadaan biaya. Ayahnya hanya seorang pengojek yang tidak memiliki penghasilan tetap. Jangan membayangkan biaya operasi yang ditaksir mencapai Rp 30 juta, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja tidak cukup dan serba kekurangan.
Karena itu kedatangan kami dengan membawa sumbangan Dompet Peduli Pembaca Tribun, kami harapkan bisa membantu meringankan beban mereka. Alhamdulillah sejak rekening dompet peduli di buka beberapa hari lalu, sudah terkumpul dana sebesar Ro 6 juta yang siang itu langsung kami berikan kepada ibunya Akbar. Mungkin untuk sebagian orang, uang sebanyak itu tak berarti apa-apa dan hanya dianggap biasa saja. Tapi tidak untuk keluarga sederhana ini. Bahkan sang ibu terlihat sangat terharu ketika harus menerima amplop berisi uang tunai hasil dari sumbangan orang-orang yang masih peduli pada putra kecilnya.
''Terima kasih...saya tidak bisa membalas kebaikan bapak dan ibu, semoga Allah SWT yang akan membalasnya,''tuturnya parau dengan mata berkaca-kaca.
Siang itu, kami yang datang ke rumah Akbar seolah mendapat sebuah pelajaran berharga lagi. Betapa sesungguhnya Allah SWT selalu menyayangi kita dan menempatkan kita di deretan orang yang berkecukupan meski terkadang kita lalai berterima kasih kepada-Nya. Padahal tanpa kita memintapun, Dia memberi kelapangan rezeki dan nikmat kesehatan yang tidak setiap orang mendapatkannya!
Ya Allah...maafkan kami.(*)
Posted by
Rumah naomi&shaki
at
9:13 PM
0
comments
21 May 2007
Kakak: Welcome My Bule Teacher!

Beberapa hari belakangan ini Kakak terlihat sedikit cemas tiap harus berangkat kursus. Usut punya usut ternyata dia agak tegang karena bakal kedatangan native speaker dari Inggris.
"'Kira-kira guru baru Kakak yang dari Inggris itu bisa bahasa Indonesia nggak ya, Ma?" tanyanya tanpa bisa kehilangan rasa cemas ketika itu.
"Lho memang kenapa kalau dia nggak bisa bahasa Indonesia? Kan malah bagus tuh, jadi Kakak ngomong bahasa Inggris terus sama dia," jawab Mama.
"Ya tapi kan bahasa Inggris Kakak belum lancar, nanti kalau salah gimana? Kan malu," tukas Kakak lagi.
"Nggak apa-apa kalau salah. Kakak kan sedang belajar, nanti kalau ada yang salah pasti dikoreksi sama native speaker yang baru itu. Sama aja seperti Kakak belajar sepeda dulu, Kakak kan sering jatuh. Tapi setelah bisa naik sepeda, jadi nggak jatuh lagi kan,"kata Mama berusaha menghibur Kakak.
"Jadi kalau nanti Kakak salah ngomongnya, nggak apa-apa ya, Ma?"tanyanya lagi meminta kepastian.
"Nggak apa-apa, percaya deh sama Mama. Kalau Kakak rajin bertanya, malah guru itu nanti jadi lebih perhatian sama Kakak. Jadi jangan takut salah, OK Bos Kecil,"cetus Mama memberi semangat.
"OK Mama,siapa takut!"ujar Kakak riang tanpa rasa cemas yang tadi terlihat jelas. Ya deh...Welcome My Bule Teacher!
Posted by
Rumah naomi&shaki
at
9:56 PM
0
comments
Rapat Pagi...Aduh Ngantuk!
Hari pertama masuk kerja pagi, langsung rapat full team. Semua redaktur datang bikin perencanaan liputan masing-masing desk sekaligus follow up headline hari ini. Padahal aduh..ngantuk berat nih! Biasanya ke kantor baru jam 15.00 WIB dan pulang jam 22.00 WIB. Sampai rumah jelas nggak bisa langsung tidur. Ada acara sholat Isya dulu,cek buku-buku pelajaran kakak dan homework dari tempat kursusnya yang harus dikerjakan, ngobrol (kalau sempat)dan melepas rindu dengan Kakak, Adik dan ..Ayah (of course..) Baru bisa tidur jam 24.00 WIb. Belum lagi ''gangguan'' rutin dari Adik yang harus minum susu beberapa kali dan ganti pampers tengah malam. Nggak bisa tidur lelap seperti ayah.
Biasanya habis sholat Subuh dan menyiapkan sarapan Ayah, tidur lagi bareng adik sampai jam 10-an pagi. But now...jam 10.00 sudah standy by di kantor. Sepertinya perlu membiasakan diri lagi nih setelah sekian bulan nggak pernah rapat pagi-pagi seperti ini.
Tapi seru juga sih! Otak agak sedikit segar, cuma jadi teringat Adik terus di rumah yang harus makan siang tanpa di suap Mama. Duh...sedih deh! Tapi bagaimana, namanya risiko bekerja dan harus profesional.
Kebijakan kantor terutama jika pimpinan diganti, kadang sedikit berbenturan dengan tradisi pimpinan lama yang sudah terlanjur jadi kebiasaan karyawan-karyawannya. Entah karena pertimbangan apa, mungkin cuma untuk memperlihatkan ''power'' sebagai pemimpin baru, atau biar kelihatan dari pusat ada gebrakan yang langsung dilakukan usai menduduki jabatan baru. Entahlah. Cuma kadang jadi terkesan kurang wise karena kebijakan yang diterapkan terkesan dipaksakan! Maaf...
Posted by
Rumah naomi&shaki
at
2:25 AM
0
comments










































